Pendidikan Anak

Pondok Pesantren (Ponpes) Alquran dan Sunnah Az-Zikra baru berdiri

Begitu Cepat Adab & Akhlaq Santri Terbangun Di Ponpes Azzikra

Administrator | Rabu, 02 September 2015 - 15:58:49 WIB | dibaca: 3192 pembaca

Santri tersebut tidak hanya dari kawasan Jabodetabek, tetapi juga dari Kalimantan, Sulawesi, Sumatra, Papua, bahkan ada dari Jepang.

Antusiasnya orangtua memasukkan anaknya ke ponpes di kawasan Bukit Az-Zikra, Sentul Selatan, Bogor, tersebut adalah menginginkan generasi di keluarga menjadi penghafal Alquran. Dalam konteks itu, maka kesalihan juga menjadi harapan.

Mereka tetap yakin harapan itu terwujud walau ponpes baru lahir. Nama besar Ustadz KH MUhammad Arifin Ilham menjadi salah satu basis keyakinan itu.

KH Muhammad Arifin Ilham merupakan Mundir Aam Ponpes, sedangkan Syaefudin Ahmad Syuhada sebagai Mundir Tanfidziy dan Khotib Kholil sebagai Ketua Yayasan.

Baby Sickness
Saya menyebutnya sebagai baby sickness. Penyakit bayi. Kita tahu betapa bayi begitu rentan terhadap perubahan yang ada dalam dirinya, maupun dari lingkungan. Hendak tumbuh gigi saja, biasanya badannya menjadi hangat.

Demikian pula dengan ponpes ini dan walisantrinya. Banyak hal yang patut diparipurnakan agar aktifitas belajar dan mengajar dengan segala fasilitas di dalamnya menjadi lebih baik lagi. Dan seperti dikemukakan Ustadz Arifin Ilham, bahwa Ponpes Azzikra harus lebih baik ketimbang ponpes tempat dulu ustadz tersebut mengenyam pendidikan.

Dan memang terjadi banyak perubahan signifikan seiringan dengan banyaknya masukan dari walisantri melalui Komite Azzikra. Subhanallah.

Sebenarnya dengan fasilitas ponpes yang ada saja sudah terbilang excellent. Hanya saja, memang sebagian dari santri merupakan anak sulung alias anak pertama. Begitu besar harapan dan kekhawatiran orangtua terhadap anaknya yang kali pertama ke luar dari rumah dan tinggal di ponpes.

Kekhawatiran itu dicoba diredam oleh pengurus Komite Azzikra. Salah satunya adalah memberikan pemahaman bahwa anak sedang mengeksplorasi ilmu Allah Swt. Karenanya, Allah Tabarakawata’ ala pasti menjaga dan melindungi santri, orangtua dan kalangan pendidiknya.

Agak berat memang mentransformasikan pemahaman itu. Namun seiringan dengan perjalanan waktu, perlahan Allah Swt menanamkan taufiq. Sebagian besar walisantri menyadari bahwa jangan sampai terjebak oleh perasaan was-was, yang begitu rajin disyairkan oleh syaiton siang dan malam.

tmp_15531-20150902_1331151056479933

Menjadi Bersyukur
Kekhawatiran dan galau itu bahkan berubah menjadi tangis bahagia ketika mendapati adab dan akhlaq anaknya berubah total. Orangtua, terutama ibunda, yang awalnya begitu berat anaknya jauh dari dirinya, kini berubah menjadi bersyukur yang berkepanjangan.

Anaknya kini lebih santun. Menggunakan kalimat dan gaya bahasa yang lembut. Tidak mau berjalan di depan ibundanya, Seusai makan, langsung menyuci piring dan gelas. Ketika hendak tidur, selalu berwudhu dan berdoa. Jam 3.30 sudah bangun untuk shalat tahajud. Banyak lagi kisah – kisah faktual tentang heroiknya santri.

Perubahan tersebut pasti datangnya dari Allah Swt. Sang Khaliq menggerakkan ustadz dan mudabbir untuk mentransformasi ilmu dan berbagai pengetahuan kepada santri.

Ketika Allah Tabarakawata’ ala sudah berkehendak maka perubahan bisa saja seperti membalikkan telapak tangan, bahkan sebelum mata berkejap. Rentang waktu yang dibutuhkan ini kontekstual dengan begitu cepatnya perubahan di dalam diri santri.

Tak perlu waktu berminggu – minggu, hanya dalam hitungan hari saja perubahan bisa terwujud. perubahan besar ini menjadi jawaban dahsyat dari Allah Swt terhadap kegelisahan walisantri.

tmp_15531-20150902_1324051930028309

Banyak ibunda yang bilang, anaknya sejak lahir hingga lulus SD atau sekitar 12 tahun tak sesalih seperti sekarang. Selama enam tahun menempuh pendidikan di SD, hanya sedikit perubahan dalam adab, akhlaq dan ilmu – ilmu akhirat lainnya.

“Saya salah satu bunda yg tidak berhenti2nya bersyukur.. krn perubahan anak saya yg begitu luar biasa..salah satu yg bikin terharu dia bilang ” bunda ayah boleh ngak Alif Fadlurrahman ttp di azzikra sampai sma agar bisa mempertahankan hafalan alquran alif, ayah bunda selalu doakan alif ya” Subhanallah rasanya dunia ini begitu indahnya mendengar perkataannya.. semoga anak2 kita menjadi ahli syurga yg akan membawakan kita kelak mahkota dikepala kita karena mereka para penghafal alquran.. aamin..,” tulis Tanti Oktriani di wall facebook Komite Azzikra.

Di wall facebook itu, Sri Lestari, juga walisantri menulis: “Alhamdulillah banget Rafif putra tunggal sy, bs dibayangan manjanya minta ampun alhamdulillah baru beberapa bln perubahannya dasyat. Bs mandiri, santun bicaranya, sholat 5 waktu plus tahajut ontime, klau jln bareng ibunya pasti di blkg dgn alasan hrs melindungi ibu, sy bersyukur sekali putra sy bs mengenyam pendidikan di ponpes Az Zikra semua atas hidayah dari Allah SWT.”

Hal senada dikemukakan Nanin Sri Wahyuni, ibunda dari Faturrahman Farid Wahyudin. Dia mengutarakan hanya butuh beberapa hari saja di Azzikra, anaknya sudah berubah adab dan akhlaqnya.
(Agus Wahyudin/Direktur Institut MD9).

 Sumber : http://www.bekasibusiness.com/2015/09/02/begitu-cepat-adab-akhlaq-santri-terbangun-di-ponpes-azzikra/










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)